Filosofi Kopi

“Kopi yang anda minum hari ini:Kopi Tiwus. Artinya: Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya”


Begitulah cerita Filosofi Kopi diakhiri dalam buku ini. Ini kisah tentang Ben, barista yang menjadikan kopi sebagai pusat kehidupannya. Ia mengabadikan seluruh hidupnya untuk membuat kopi yang tidak hanya sekedar cairan berwarna gelap di cangkir. Tidak hanya minuman, Ben menyulap kopi menjadi mood booster pelanggan setia sebuah kedai kopi bernama Filosofi Kopi.

Puncak kesuksesannya adalah ketika ia menemukan apa yang dirasanya sebagai kopi terlezat di dunia. Ben’s Perfecto, kopi itu diberi nama. Artinya: sukses adalah wujud kesempurnaan hidup. Dari penemuan resep barunya ini, Ben mendapat hadiah 50 juta.

Tidak hanya uang, penemuan ini memberikan Ben kehidupan yang lebih berwarna. Semua mengapresiasi Ben’s Perfecto. Semua mengamini klaim Ben bahwa itu adalah kopi paling enak di dunia. Hingga suatu hari, datang seorang pria yang hanya berkata “lumayan” ketika meneguk masterpiece ini. Di situ Ben menemui kegalauan. Ia mulai kembali gelap mata, mencari tahu dimana sesungguhnya kopi yang disebut-sebut lebih enak dari Ben’s Perfecto berada. Kopi Tiwus itulah yang dicari-carinya.

Selain Filosofi Kopi, dalam buku ini pun bisa ditemukan 17 cerita dan prosa. Favorit saya adalah Sikat Gigi. Ditulis Dee pada tahun 1999. Bercerita tentang perjuangkan cinta Tio kepada sahabatnya, Egi. Cinta tak terbalaskan. Awalnya. Karena Egi sudah menderita cinta buta kepada orang lain yang telah bertahun-tahun menggantung perasaannya. Ada satu kutipan dari buku ini yang menarik perhatian saya.

“…alam hati saya tidak mungkin dimengerti siapa-siapa. Tapi ke mana pun saya pergi, kamu tetap orang yang paling nyata, paling berarti”

Kutipan itu, membuat saya serta merta melirik suami. Bapaknya Kani. Haha. Bukannya sok romantis. Tapi gimana ya…cocok banget kata-kata itu menggambarkan perasaan saya tentang  si misua. Pria yang sejak 4 Oktober 2002 selalu punya tempat spesial di hati saya, meskipun saya dan dia sempet naksir orang lain berkali-kali. Hehehe.

Oya. Selain yang tadi sudah saya tulis, ada beberapa kutipan yang bisa jadi mood boosters di buku ini. Ini adalah beberapa di antaranya.

“Akan tetapi, hidup ini cair. Semesta ini bergerak… Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali”(hal.42)

“Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci” (hal.49)

“Hanya engkau yang berhak ada di dalam inti hatimu sendiri” (hal.51)

“Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya” (hal.68)

“Sebenarnya, dia orang yang paling sial. Cinta hanya retorika kalau tidak ada tindakan nyata, yang artinya selama ini dia dikenyangkan dengan bualan” (hal.77)

“Separuh jiwa yang dia pikir hilang ternyata tidak pernah kemana-mana, hanya berganti sisi, permainan gelap terangnya Matahari dan bulan” (hal. 83).

Secara keseluruhan, bisa dibilang buku terbitan tahun 2012 ini seperti disusun untuk menjadi dopping bagi pikiran yang sedang kalut. Bisa dilihat kan, dari kutipan-kutipan tadi. Dengan permainan kata-katanya, Dee mencoba mengingatkan pembacanya, bahwa setiap pribadi memegang hak prerogatif atas hati dan pikirannya sendiri. Tak ada yang bisa membuat sedih tanpa izinnya karena setiap orang bisa saja memilih untuk selalu bahagia dengan menutup akses ‘si pembuat onar’ ke hati dan pikiran ketika gelagat kurang baik mulai terlihat.

Advertisements

Kani Renang di Hotel Jayakarta Jogja

Outdoor time kali ini, Kani renang di Hotel Jayakarta.Yaaaaay…! Ini adalah semacam menebus janji lama yang tertunda karena Kani sempat harus opname beberapa pekan lalu.

Di kalangan masyarakat Jogja, kolam ini terkenal sebagai salah satu yang paling nyaman buat acara renang keluarga. Area kolamnya luas dengan variasi kedalaman yang banyak. Yang paling dangkal sekitar 40 centimeter aja, pas untuk anak bayi. Kalo yang paling dalam sih 2 meter. Banyak pohon juga. Jadi nggak terlalu panas. Konsepnya etnik tropis gitu kayaknya. Dengan pohon di mana-mana dan alunan suara gamelan Jawa sebagai backsound.

Yang paling bikin Kani seneng sih kelengkapan fasilitasnya. Selain kolam renang, area ini dilengkapi juga arena bermain (playground) dengan pasir putih bulat-bulat sebagai alasnya, dan ada juga kolam pasir yang bikin ini jadi terasa seperti renang di pantai. Wahhh bahagia deh si bocah. Kani sempet takut. Ga mau masuk. Katanya takut ada kepiting😂😂😂 Tapi setelah dijelaskan bahwa ga mungkin ada kepiting nya, karena ini cuma kolam renang, bukan pantai, langsung deh nyemplung numpuk-numpuk pasir. Katanya mau bikin Monas 😂 

Tapi kalo ibu, sukanya sih karena kolam ini deket dengan restoran dan ada terus staf yang mondar-mandir datang. Hahahaha. Biasalah. Ibu mah pikirannya kulineran. Eh makanannya enak lho. Harganya juga ga mahal. Waffle ice cream Rp 20.000. Mie Jawa goreng Rp 30.000. Dan yang paling enak nih: Sirloin Steaknya, Rp 55.000. Ya memang dua kalinya harga di Waroeng Steak sih. Tapi rasanya juga dua kalinya sana. Hehehe. Mirip-mirip Holycow Steak lah (kalo di Jogja sih di Aston Hotel). Cuma ukuran Steaknya di Jayakarta ini lebih kecil aja.

Setelah capek renang dan kenyang makan, kami bilas. Pilih nya sih yang di belakang tempat semacam panggung di dekat kolam renang dewasa. Ruang bilasnya nyaman. Wangi. Bersih. Meskipun ya sempit. sekitar 2 meter persegi, dengan dinding marmer dan shower gantung.

Oh ya, harga tiket renang di sini Rp 30.000 per orang. Dan hanya yang renang saja yang kena tarif. Pengantar kayak Bapak Kani yang agak-agak males kalo ketemu air sih ga perlu bayar. Sempat ketika ibu ke Loket, petugasnya ga ada. Yaudah kamu masuk aja ke area kolam. Nah kan banyak staff mondar-mandir di sana tuh. Bisa kita titip mereka untuk mengurus tiket masuknya. Sekalian pesan makan.

Overall, bisa dibilang pengalaman renang di Jayakarta ini menyenangkan dan memuaskan lah. Tidak menemukan kekurangan yang berarti. Cocok antara harga dan kenyamanan yang didapatkan. Suatu saat, insyaaAllah main-main ke sini lagi:)

Kani Main di Kiddy Playland, Lippo Plaza Yogyakarta.

Kalo untuk Kani, I am actually not a fan of mall. Kecuali untuk hal-hal yang memang cenderung cuma ada di mall. Misalnya, playground yang mainannya ga cuma mainan standar a la playground di taman. Dan untuk playground seperti ini, Kiddy Playland di Lippo Plaza Jogja adalah favorit Kani.

Playground ini letaknya di lantai dasar. Persis di sebelah lift, dekat Matahari Mall. Kalo dari pintu masuk utama, tinggal ambil jalan ke kiri lalu lurus saja ke belakang sampai ketemu playground-nya di sebelah kiri.

Kamis lalu, setelah membayar tiket seharga Rp 20.000,-, Kani main di sini selama satu jam. Sebenarnya sih mainannya macam-macam. Ada trampoline, ada perosotan, ada kolam bola, kitchen set, reading zone, mobil-mobilan, dan sebagainya. Tapi, anak Bunda malah maunya main lego (Kok “Bunda”? Iya, sekarang Kani maunya manggil “Bunda”. Ga mau “Ibu” lagi.) -.-“ Padahal mah di rumah juga ada lego. -.-“ Tapi ya wis lah ya. Sing penting bocah e seneng. Bunda mah ikut main aja.

Kali ini Kani berobsesi bikin gedung yang tinggi. Semua balok segi empat dikumpulin dan ditumpukin. Tapi ternyata, Kani nggak sampe kalo bikin terlalu tinggi. Akhirnya, dibikinlah yang standar-standar aja tingginya, tapi banyak. And it was quite interesting for me. Iya, IbundaKani juga interested. Secara, saya kan tipe emak yang sukanya mengajarkan sesuatu terus (Ya namanya juga hasrat terpendam jadi dosen belum kesampaian 😂 Ehhh malah curcol). Jadi sambil main balok ini kita bisa sambil belajar berhitung. Misal nih, Kani kan maunya balok yang kotak semua. Yang ada motif lingkarannya empat. Nah, bisa bunda ajarin ke Kani bahwa dua balok persegi panjang  yang masing-masing motifnya lingkaran dua, itu kalo dijejerkan bisa jadi satu kotak. Buat membuktikan, biar anaknya observe sendiri apakah teori emaknya bener, Kani Ibu minta hitung motif lingkarannya. Bener ga kalo dijejerkan begitu, jadinya kotak dengan empat motif lingkaran.

Setelah semua balok kotak dan persegi panjang kecil-nya habis, Kani pun beralih ke kitchen set. Yaaa namanya juga anak perempuan, Ciiin. Ga jauh-jauh dari masak-masakan. Dan beberapa hari yang lalu kan Kani request supaya Ibu membolehkan Kani bantuin cuci piring. Jadi, Kani senang sekali bisa main kitchen set yang ada sink-nya. Hahaha. Bahagia itu sederhana ya, ciiin.

Karena waktu sudah mau habis, Ibu tawarin Kani main yang lain. Tapi Kani ga mau. Mentok-mentoknya Kani cuma mau main mobil-mobilan yang digerakkan dengan kaki yang berjalan sambil duduk. Ini juga karena Ibu mengingatkan, bahwa Kani kan sukanya minta main mobil-mobilan yang bisa jalan. Mumpung ada, mainin aja. Meskipun yang ini mobilnya jalan manual. Ga model yang tinggal nge-gas trus jalan sendiri itu. Akhirnya Kani tertarik. And that was the last toy we played there. Sebagai mana tertera di sticker pengingat waktu yang ditempelkan penjaga playground di baju Kani, kami meninggalkan playground tepat pada pukul 20.55.

All in all, bisa dibilang, sangat menyenangkan, sih, main di sini. Kebersihan adalah hal yang bikin playground ini sangat nyaman. Nggak berdebu seperti di playground mall-mall lainnya. Mungkin karena tempatnya  cenderung terbuka tanpa jaring-jaring penutup yang biasanya ada untuk memisahkan playground dengan area mall. Jadi, sirkulasi udara lebih baik. Mainan yang kualitasnya masih bagus juga bikin playground ini worth the price. Semua masih kelihatan terawat. Two thumbs up. Semoga bisa dipertahankan.

Kani Liburan di Kaliurang

It was our wedding anniversary day, and we decided to have a weekend get away in Kaliurang, Jogja. Hurray! 🙂 Tentu saja nggak cuma berdua. Seperti kata Mbah Surip, Kani kan tak gendong kemana-mana 🙂 So, yeah, ini adalah honeymoon yang bawa anak. Hihi.

Setelah ibu pulang kerja, kami segera meluncur ke utara dengan mobil Hello Kitty kesayangan Uti . Seperti biasa ya Ciiin… Jalan Kaliurang teh selalu padat merayap kalo Jumat sore. Jadi,  kami sempatkan have a supper dulu di House of Raminten (HoR) di Jakal KM 15. And it was: gorgeous!

image

Raminten memang ada di kota Jogja: di gedung Hamzah Batik di Jalan Malioboro dan di daerah Kota Baru sebelum Mirota Bakery. Tapiiii… satu-satunya yang menggugah hati kami untuk menyambangi ya House of Raminten yang ada di Jakal ini. Sebagaimana Raminten pada umumnya, HoR mengusung konsep Jawa Etnik. Tapiii yang di Jakal ini outdoor dan lebih natural gitu. Mendekat pada alam. Dilengkapi kolam ikan yang besar, tempat makan yang berbentuk dua bangsal joglo besar, dan dikelilingi pemandangan alam sekitar yang hijau. Ahhh…tentram banget deh di hati:)

Tapi…ingat ya di Raminten manapun engkau berada, sebaiknya kalo bawa anak-anak mah komunikasikan sama pelayannya bahwa kamu minta peralatan makan dan minumnya yang standar aja modelnya. Ini terlihat bukan apa-apa. Tapi ini sesungguhnya adalah hal penting!!! Mengingat House of Raminten juga terkenal dengan perangkat makan dan minumnya yang beberapa tuh bentuknya hanya cocok untuk usia 17+. Hihihi.

Oh iya… Di sana kami memesan Bakmi godog, wedang ronde, nasi ayam begana, tahu brontak, dan es teh. Bakmi godog-nya enak…seperti bakmi jawa yang selalu dirindukan setiap ke Jogja. Tapi yaa kalo saja potongan ayamnya lebih gede-gede lagi, tentu akan lebih nampol. Hehehe. Kalo nasi begana-nya…mmm… pedes gila. Tapi enak juga.

image

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan ke spot wisata Kaliurang. But we didn’t visit any. Weekend get away kali ini kami memutuskan bahwa agenda utamanya adalah menikmati hotel. Hahaha. Aneh ya udah sampe Kaliurang tapi kok malah ngendon di hotel.

It was ok because we stayed at Griya Persada:) Hotel and Convention ini sungguh tempat yang enak buat get away di Kaliurang. Konsepnya sebagian hotel sebagian resort gitu. Banyak area hijaunya, dengan penataan yang cantik. Suasananya dingin…apalagi di musim hujan (yaiyalah Kaliurang getoh). Fasilitasnya juga lengkap. Ada kolam renang anak dan dewasa, playground anak yang gratisan dan yang kena charge tambahan, tempat makan yang menunya beragam dan rasanya enak (Oo’ Bakso), musholla yang bersih, aquarium ikan dan kura-kura, juga gedung pertemuan yang hari itu dipake buat acara nikahan. Makanya kami betah-betah aja ngendon sehari semalam di hotel. Hehehehe. Malam harinya habis check in dan istirahat d kamar, kami makan di Oo’ Bakso. Pesan mie ayam, nasi goreng, es campur, dan cireng goreng (Yes! Ada Cireng di Jogja!). Oh iya. Enaknya di hotel ini ada ATM juga. ATM BRI. Jadi..kalo kehabisan uang cash mah bisa lah ya colek-colek tabungan. Hehe.

Keesokan harinya, habis sarapan kami berenang… Biasa deh yaaa kalo bawa anak kecil ke hotel mah pasti berenang. Jalan-jalan pun sunnah muakad hukumnya cari hotel yang ada kolam renangnya:)

Habis renang, kami check out. Dilanjutkan jalan-jalan ke sekitaran Kaliurang. Terlihat Taman Kaliurang sangat rame dengan pedagang kaki lima dan penjual oleh-oleh. Salah satu yang laku keras ya itu deh….penjual wedang ronde. Sejuknya Kaliurang dengan wedang ronde itu bagaikan Dude Herlino dan Alissa Subandono: jodoh! 🙂

Perjalanan pun diakhiri dengan membeli jadah tempe di Mbah Carik. Di sana ibu ketemu manggis. Aduuuuh…nafsuin banget dah buah satu itu. Apalagi yang jualan mbah-mbah. Bikin ga tega. Jadi tambah pingin beli. Kepada mbah-mbah itu lah aku iseng-iseng ngenyang pake bahasa Jawa kromo. Dan dia menanggapiku dengan bahasa kromo juga. Membuatku terpana ketika dia bilang “Sedoso setunggal kilo”. Oh! Apa pula itu sedoso! Langsung ketahuan saya Jawa instan.. :))

So, yeah, demikianlah acara weekend get away kami di Kaliurang. Quite a short one, but it was indeed a delightful one. Tapi, kalo ada kesempatan lagi, ibu pinginnn banget kita bisa mampir ke Taman Gardu Pandang dan Museum Ulen Sentalu juga.

Menginap di Hotel Ibis Budget Cikini

“Pegawai reject dipulangkan” begitulah status fenomenal (gayamuuuu) yang diketik di social media ibu ketika  check in di bandara Soekarno-Hatta. Yaiyalah, Cin… Macam pegawai reject aja aku baru satu bulan pindah kerja di Jogja malah ditugasin lagi ke Jakarta. Hehehe…
Pada perjalanan tersebut, ibu berkesempatan menginap di Ibis Style Cikini. Kenapa pilih di situ? Karena harganya terjangkau (apalagi kalo pesennya via KAHA), dan jaraknya dekat dengan lokasi audiensi. 
So..how was it? It was nice. 8 of 10. 
Yang pertama kamar. Kecil sih. Tapi nyaman. Kayaknya maksimal 2 orang dewasa + 1 orang anak masih relatif nyaman. Lebih dari itu: bubar 😀

image

Kamar

 
Kamarnya bersih, dengan konsep minimalis colorfull. Perpaduan hijau, putih, dan kuning. Kamar dilengkapi bed ukuran queen (160×200), bantal 2 (tanpa bantal ekstra), gantungan baju sebagai gantinya lemari, meja kerja menghadap jendela, AC, TV, dan washtafel. Kamar mandi terdiri dari ruang shower kecil, toilet, dengan perintilan berupa shampoo, sabun, handuk kecil, keset, dan shower cap. Ga ada sikat gigi ataupun odol. Jadi, siap-siap bawa dari rumah atau beli yaaa. Tapi, no worries. Masih di satu bangunan Ibis Style ini ada minimarket kok.

image

View dari jendela kamar

Oh iya. Kemudian soal sarapan. Sarapan di sini sifatnya optional. Boleh pesan kamar+sarapan. Boleh kamar saja.  Kebetulan waktu itu pesan yang kamar+sarapan. Dan menurut saya sih sarapannya masih bisa ditingkatkan lagi. Yaaa…menarik ga selalu berarti mewah kan ya. Kayaknya kalo sarapannya lebih jelas konsepnya, bakalan jadi nilai plus. Jadi menu utamanya ga cuma nasi rames atau nasi goreng ala kadarnya. Tapiiii dikonsep yang bagus. Misal, temanya nasi udumainkalla. Atau soto mie Bogor.  Tinggal ditambah pelengkap: buah-buahan, air putih, dan minuman hangat. Kan tetap murah dalam hal production cost, tapi lebih berkesan tuh.
Other things: location. Hotel ini beruntung sekali ada di satu komplek dengan kolam renang Cikini yang ajegile besarnya. Jadi, meskipun ni hotel ga secara khusus menyediakan fasilitas kolam renang, tapi pengunjung yang ingin berenang masih bisa. Lokasinya yang mepet Taman Ismail Marzuki (TIM) pun bikin hotel ini cocok buat pelancong ya. Di TIM kan sering ada pentas seni dan orang latihan nari tuh. Selain itu ada juga bioskop dan kafetaria. Wah…cocok banget dah tu buat backpackers. Sayangnya sih cuma 1: jalan raya di depan hotel ini hanya satu arah. Jadi, kalau ada yang ketinggalan harus rela muter2 buat balik lagi ke hotel.
All in all, ya hotel ini bisa dibilang oke. Cukup recommended buat sepasang orang dewasa dan satu orang anak yang lagi main ke Jakarta.

Kani di Pingu’s English

Sabtu (14/11/2015) adalah hari pertama Kani resmi jadi seorang siswa Pingu’s English di Jogja. And it went well. Kani senang…dan nggak mau diajak pulang^.^” Tidak seperti waktu trial, apalagi waktu trial kelas menari. Ampun dahhh… Cranky dan cemberuttt aja sepanjang trial kelas menari..>..<

image

Tapi di Pingu's ini alhamdulillah Kani menunjukkan antusiasmenya. Yaaa nggak kayak ibunya yang selalu ceria dan bersemangat sih .. Malu-malunya sih tetep ada…anaknya Pak Ardhi, gitu lwoh… Tapi Kani mau mengikuti jalannya proses belajar di kelas dan terlihat sangat happy waktu aktivitas motorik halus. Yaaa kayak ibunya, Kani ternyata suka juga sama aktivitas utak atik kayak mewarnai, menempel, dan melipat.

image

Empat kali ikut kelas (Iya. Aku juga ikutan nongkrong di kelas: 2 kali trial dan 2 kali kelas beneran^.^), ibu lihat sih kayaknya Pingu’s English pendekatan belajarnya lebih kayak play
group yang menggunakan Bahasa Inggris. Jadi…pendekatannya lebih ke edutainment gitu. Malah bisa dibilang bermain selama belajar. Tiap pertemuan ada tema tertentu. Misalnya tentang warna…yaudah selama 6 pertemuan diulang terus tema itu, dengan ragam permainan yang berbeda-beda. Dalam satu program, total ada 12 tema yang dibagi dalam 72 pertemuan.
image

Ibu sih rasanya cocok dengan Pingu’s sebagai tempat perkenalan Kani dengan lembaga pendidikan. Semoga Kani juga betah yah ‘sekolah’ di sini. Dan semoga kegiatan ini barokah 100% buat Kani dan orang tuanya. Siapa tau kan anakku karena sudah dikenalkan English sejak dini jadi lebih lancar English dari orang tuanya, trus bisa jadi mubalighot internasional….Aamiiin:)

Detoks Organik Melilea

WP_20150331_001[1]

Sehubungan dengan timbulnya kesadaran bahwa saya udah makan secara ‘anarkis’ selama liburan di Jogja (ya ampun, anarkis), akhirnya timbul ‘keisengan’ buat coba-coba detoks. Cari-cari tema detoks yang ada di grup Femaledaily, ketemunya detoks sekaligus diet Melilea Greenfield Organic (GFO). Produk ini sendiri sebenarnya adalah bubuk makanan yang terdiri dari sayuran, buah, dan bumbu-bumbu yang ditanam dan dipelihara secara organik tanpa bahan pengawet, perasa, maupun pewarna. Makanya selama kita mengkonsumsi GFO ini, makanan ‘jahat’ semacam gorengan, nasi, makanan siap saji, dan makanan kalengan dihindari. Minum air putih pun harus rajin, minimal 3 liter perhari. Jadi, proses detoksnya bisa berjalan dengan optimal.

Untuk percobaan kali ini, saya pakai pola detoks yang seminggu, dengan rincian: 2 hari makan tapi porsi dikurangi plus rutinminum GFO + 3 hari minum GFO dan sayuran buah-buahan organik aja + 2 hari makan tapi porsi dikurangi plus minum GFO lagi.  So..here the story is…

Day 1
Minum Melilea di malam hari aja, pengganti makan malam. Paginya ngemil-ngemil kue aja. Siangnya makan nasi+tahu+tempe dan minum air mineral. Oya, karena kita diwajibkan minum lebih banyak (total sekitar 3 liter sehari), jadi yaa lebih sering ke toilet sih… Jeda minum setengah jam, ke toilet, jeda setengah jam ke toilet lagi :))
Berat 51,5kg
Day 2
Bangun tidur minum air putih. Jam setengah 9Minum Melilea sebagai pengganti sarapan, tapi juga ngemil rambutan. Lalu makan siang kentang rebus saos mayonaise aja jam11. Tapiii ketika rapat (jam setengah 12 an) dapat snack pisang bakar dan kroket kentang. Sore sekitar jam 4 minum GFO lagi. Tapi malamnya nggak bisa minum karena GFO-nya ketinggalan di kantor. Akhirnya makan salad buah aja (tanpa mayonaise) dan makan malam nasi-bayam-perkedel jagung (ini bukan karena lapar. tapi karena sayang aja bayam dan perkedelnya udah dimasak sama si mbak tapi kok habis juga. hehehe)
Day 3
Hari ini adalah hari H memulai detoks 100% tanpa karbo. Cuma boleh minum Melilea, makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Minum Melilea sebagai pengganti sarapan. Tapi tetap ngemil buah. Buahnya juga masih:rambutan rapia yang dibawain Mbak Fitri:)) Tapi kali ini ada peningkatan, minum jus juga.
Setiap minum Melilea sebagai pengganti sarapan, selalu saya jadwalkan antara jam 8 sampai jam 9 pagi. Soalnya, menurut pakar kesehatan (yang salah satunya disampaikan di TV Fox News), sarapan paling efektif tuh jam segitu, karena hormon yang mengirimkan sinyal ke tubuh bahwa kita lapar tuh ‘bangun’-nya jam segitu. Kalo kita nggak sarapan juga, hormon itu bakal semakin ‘galak’ dan menyebabkan rasa lapar yang berlebihan. Alhasil, kalo dibiarkan, ketika makan siang kita jadi cenderung ‘kalap’.
Sebelum makan siang, minum GFO. Tunggu 30 menit-an, baru deh makan siang. Makan siangnya gado-gado tanpa karbo tanpa telur. Saus kacang sih, teuteup…ga enak kan kalo ga pake saus. Belum siap segitunya saya mah:))
Makan malam..nah ini godaan terberat. Karena ada janjian reuni sama sahabat-sahabat yang sudah 5 tahun ga ketemu, dan kita deal bahwa kita bakal ketemuan di Plaza Semanggi, galau lah diri ini. “Should I break my determination?”, yaa perasaan-perasaan macem itu muncul. Secara, Loving Hut si restoran vegetarian yang di Plangi udah nggak ada. Tapi sayang banget, ini udah hari ke 3 bo! Akhirnya cerita sama ketiga sahabat saya ituh bahwa saya lagi detoks. Yang dibolehin cuma makan sayuran. Yaa mereka ngeledekin sih. “Gaya, kamu!:D” “Ha??? Serius, bakso aja nggak boleh???”. Saya iya-iya-in aja. Abis gimana, emang iya:)) Akhirnya makan di Kuah. Pilih menu sayur-sayuran doang: jamur enoki, rumput laut, kangkung, jagung muda kecil disiram pake kuah tomyam. Minumnya kelapa muda jeruk. Enaaak 😀 Pulang dari ‘gaul’, minum Melilea lagi sebelum tidur.

Tomyam Sayur-Sayuran

Tapi… Tentang pencernaan, seperti yang pernah saya alami dalam percobaan pertama detoks organik, tiga hari pertama tuh cenderung susah BAB ya. Nggak ada rasa mules. Nggak sampe usaha extra kuat sih untuk BAB. Tapi yaaa nggak ada rasa mules gitu.

Day 4
Ini adalah hari paling kacau. Bukan karena I broke my rule. Tapi karena GFO yang ku pesan nggak sampe-sampe. Jadinya seharian nggak minum GFO. Padahal udah pesan dari hari Senin, dan mintanya dikirim pake yang sehari sampe 😦 Gimana sih:(
Akhirnya cuma straight pada aturan bahwa cuma makan sayuran dan buah aja. Buah pun milihnya yang menurut teori merupakan buah pembersih usus, which is: pear. Itu untuk menu makan malamnya.
Pagi sarapan pake gado-gado. Tanpa telor dan tanpa nasi. Siang makan semangka. Sore makan siomay. Eh tapi siomay gaya vegetarian. Hahaha. Milihnya: kentang, kol, tahu, pare. Tak ada sentuhan siomay sama sekali. Hahaha. Tempelan-tempelan siomay di makanan tersebut pun disingkirin. Sayang banget lah detoksnya kalo aku ‘buka puasa’ cuma gara-gara siomay 10.000-an. Kalo ditawarin steak Holycow, bolehlah… Hahahaha.
Karena ketiadaan GFO hari ini, entahlah apa bakal memperpanjang masa puasa 1 hari lagi atau nggak. Hhhh… kemana sih GFO gw. Dicek di website kok katanya nggak ada nomor resi:(
Day 5
Hari ini sebbbbbellll! Ngecek lagi ke websitenya JNE, ternyata distributor melileanya salah masukin alamatku. Jadi barangku udah sampe dari 3 hari yang lalu, tapi di rumahku yang lama. Padahal aku minta dikirim ke kantor. Aku udah 2-3 kali nulis bahwa dikirimnya ke kantorku aja. Tapi dia malah teteup ngirim ke rumah lama. padahal aku udah nggak tinggal di sana lagi, dan jarak ke sana dari rumahku jauuuuuh. Dia kemudian minta maaf sih. Tapi, tetep aja kan aku harus ber-repot2-ria njemput tuh barang ke rumah lama. Ga banget. Nggak mau pake distributor yang ini lagi. Ah! Padahal kemarin2 aku udah kepikiran abis ini mau pesan melilea yang besar:(
Oya, kembali ke menu. Sarapan dengan jus strawberry+jeruk. Strawberry kan juga buah pencuci usus. Eh tapi semua jus yang saya minum selama detoks ini jus murni buah dan air aja ya. No ice, no sugar, no milk.
 WP_20150415_004

Jus Jeruk-Strawberry Murni

jam3 minum GFO (alhamdulillah sudah di tangan) campur madu, dan makan pisang molen (tapi pisangnya aja. Tepungnya disingkirin). Malamnya minum GFO, trus makan capcai rebus (isi sawi putih, wortel, dan daun bawang doang) dan tahu.
sebenarnya supaya efektif, harus minum GFO sekali lagi. supaya 3 kali. Tapi karena udah ngantuks, jadi skip deh…
O iya, tadi pagi kotoran usus yang menurut iklannya GFO bakal dikeluarin dengan detoks ini, akhirnya keluar juga. Penampakannya sih menurutku mirip usus sapi yang digulai gitu. Panjang, permukaannya licin kayak permukaan luar usus sapi, trus kayaknya ada rongga di tengah ya kayak usus gitu. ‘benda’ itu juga ga tenggelam di air. Cenderung mengapung. Untung toiletnya pake flush. Jadi nggak perlu mikir gimana nyiramnya:)) anyway, it’s such a disgusting topic to explain, ya. Hahahaha. Poop, gituh. Hahahaha. Abaikan jika merasa info ini tidak diperlukan ya:)

Berat: 49 kg. Alhamdulillah! 😀 Senangnya lihat jarum timbangan geser ke kiri terus:D
Day 6
Karena kotoran usus sepertinya udah keluar, jadi diasumsikan saja bahwa detoksnya bisa dibilang berhasil. Yaaa meskipun sehari nggak minum GFO tapi kan tetep konsumsi buah2an pencuci usus juga (pear, strawberry, jeruk). Tetap menjaga ‘idealisme’ vegetarian juga. Jadi, ya sudahlah ya nggak usah ditambah 1 hari lagi puasa nasi dan dagingnya:)
Pagi sarapan GFO dicampur jus pear. Mau tau rasanya? Bweh. Kental banget kayak vegeta tapi dari bahan rumput2an. Hahay!
Jam setengah 12 makan siang nasi sedikit benggets, sayur asem, tumis pare, dan tempe goreng. Trus sore ngemil siomay tenggiri 2 buah. Lupa dah saya mau minum GFO sebelum makan siang >.<
Akhirnya baru minum GFO sore menjelang senja. Dicampur madu biar ga bweh. Setengah jam kemudian seperti biasa minum air putih. Eh Ummi masak jagung rebus keju. Akhirnya malam makan jagung rebus keju susu. Selang ga berapa lama kemudian, onde-onde proyeknya babe jadi. Makan onde-onde juga deh jadinya. Hahahaha. Enak juga ternyata makan onde-onde yang masih hangat:)
Day 7
Hari Terakhir program detoks nih ya. Pagi jam8an minum GFO, dilanjut air putih setengah jam setelahnya. Eh jam10 lihat di meja makan ada sayur bening bayam, tahu goreng, dan sambel. Wahhhhh sayang untuk dilewatkan >.< akhirnya yah, sarapan menu itu.
Jam setengah 12 minum GFO. Eh ternyata jam 12 Babe saya ngajakin ke mall sekeluarga besar. Ya udah deh, sampe mall langsung cari yang jual air mineral. Makan siangnya? saya makan french fries dan dada ayam (tapi kulitnya nggak saya makan). Hahahaha. Hari terakhir malah kacau begini makannya. Ya maklum deh, kalo lagi jalan-jalan sama keluarga mah nggak mungkin lah nolak-nolak makanan. Enjoy aja 😀
Sorenya di kereta karena dingin kehujanan, saya makan kebab. Hahahaha. Hancur minah. Ini bener-bener cheating day :)) Tapi malam nggak makan kok. Udah ngantuk soalnya. Anakku juga rewel terus. Dia udah ngantuk tapi nggak mau bobo. Akhirnya aku matiin lampu, anakku nangis. Lalu bikin perjanjian: kalo mau lampunya hidup, dek Kani harus merem. Oke, dia merem. Ga berapa lama terdengar dia mulai mendengkur. Yaudah, time for me to sleep. Terselamatkanlah dari nafsu makan malam 😀
Kesimpulannya, dari pengalaman berdetoks Melilea GFO selama seminggu ini saya mendapatkan sistem pencernaan yang  lebih lancar daripada sebelumnya. Bahkan ketika saya sudah berhenti minum GFO selama 2 minggu, alhamdulillah masih lancar 😀 Oh iya, karena selama seminggu ini dibiasakan menahan nafsu terhadap makanan-makanan ‘jahat’, saya juga sampai sekarang jadi lebih bijak dalam mengkonsumsi makanan. Saya jadi lebih rajin makan buah dan sayur karena dari pengalaman mengkonsumi  buah dan sayuran di dalam GFO, pencernaan saya lebih lancar dan saya nggak gampang lapar. Jadi, saya seperti mendapatkan satu tips untuk menjaga berat badan. Saya juga jadi lebih punya kesadaran untuk menjaga diri terhadap makanan-makanan ‘jahat’ semacam fast-food dan gorengan. Jadi lebih ngitung, gitu. Mau nge-snack aja ngitung “Wadooh, ini kalorinya 130. Padahal lari 20 menit aja cuma ngebakar 90 kalori”. Trus, nggak jadi deh makan itu. Pokoknya dalam tingkat kesadaran (awareness), terasa banget deh detoks seminggu ini bermanfaat.
Oya, bagaimana berat akhir setelah 7 hari detoks ini? 49,5kg! Saya berhasil turun 2 kilogram dalam seminggu tanpa pernah kelaparan. Senangnya..:D