Kani Liburan di Kaliurang

It was our┬áwedding anniversary day, and we decided to have a weekend get away in Kaliurang, Jogja. Hurray! ­čÖé┬áTentu saja nggak cuma berdua. Seperti kata Mbah Surip, Kani kan tak gendong kemana-mana ­čÖé So, yeah,┬áini adalah honeymoon yang bawa anak. Hihi.

Setelah ibu pulang kerja, kami segera meluncur ke utara dengan mobil Hello Kitty kesayangan Uti . Seperti biasa ya Ciiin… Jalan Kaliurang teh selalu padat merayap kalo Jumat sore. Jadi, ┬ákami sempatkan have a supper dulu di House of Raminten (HoR)┬ádi Jakal KM 15. And it was: gorgeous!

image

Raminten memang ada di kota Jogja: di gedung Hamzah Batik di Jalan Malioboro dan di daerah Kota Baru sebelum Mirota Bakery. Tapiiii… satu-satunya yang menggugah hati kami untuk menyambangi ya House of Raminten yang ada di Jakal ini. Sebagaimana Raminten pada umumnya, HoR┬ámengusung konsep Jawa Etnik. Tapiii yang di Jakal ini outdoor dan lebih natural gitu. Mendekat pada alam. Dilengkapi kolam ikan yang besar, tempat makan yang berbentuk dua bangsal joglo besar, dan dikelilingi pemandangan alam sekitar yang hijau. Ahhh…tentram banget deh di hati:)

Tapi…ingat ya di Raminten manapun engkau berada, sebaiknya kalo bawa anak-anak mah komunikasikan sama pelayannya bahwa kamu minta peralatan makan dan minumnya yang standar aja modelnya. Ini terlihat bukan apa-apa. Tapi ini sesungguhnya adalah hal penting!!! Mengingat House of Raminten juga┬áterkenal dengan perangkat makan dan minumnya yang beberapa tuh bentuknya hanya cocok untuk usia 17+. Hihihi.

Oh iya… Di sana kami memesan Bakmi godog, wedang ronde, nasi ayam begana, tahu brontak, dan es teh. Bakmi godog-nya enak…seperti bakmi jawa yang selalu dirindukan setiap ke Jogja. Tapi yaa kalo saja potongan ayamnya lebih gede-gede lagi, tentu akan lebih nampol. Hehehe. Kalo nasi begana-nya…mmm… pedes gila. Tapi enak juga.

image

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan ke spot wisata Kaliurang. But we didn’t visit any. Weekend get away kali ini kami memutuskan bahwa agenda utamanya adalah menikmati hotel. Hahaha. Aneh ya udah sampe Kaliurang tapi kok malah ngendon di hotel.

It was ok because we stayed at Griya Persada:) Hotel and Convention ini sungguh tempat yang enak buat get away di Kaliurang. Konsepnya sebagian hotel sebagian resort gitu. Banyak area hijaunya, dengan penataan yang cantik. Suasananya dingin…apalagi di musim hujan (yaiyalah Kaliurang getoh). Fasilitasnya juga lengkap. Ada kolam renang anak dan dewasa, playground anak yang gratisan dan yang kena charge tambahan, tempat makan yang menunya beragam dan rasanya enak (Oo’ Bakso), musholla yang bersih, aquarium ikan dan kura-kura, juga gedung pertemuan yang hari itu dipake buat acara nikahan. Makanya kami betah-betah aja ngendon sehari semalam di hotel. Hehehehe. Malam harinya habis check in dan istirahat d kamar, kami makan di Oo’ Bakso. Pesan mie ayam, nasi goreng, es campur, dan cireng goreng (Yes! Ada Cireng di Jogja!). Oh iya. Enaknya di hotel ini ada ATM juga. ATM BRI. Jadi..kalo kehabisan uang cash mah bisa lah ya colek-colek tabungan. Hehe.

Keesokan harinya, habis sarapan kami berenang… Biasa deh yaaa kalo bawa anak kecil ke hotel mah pasti berenang. Jalan-jalan pun sunnah muakad hukumnya cari hotel yang ada kolam renangnya:)

Habis renang, kami check out. Dilanjutkan jalan-jalan ke sekitaran Kaliurang. Terlihat Taman Kaliurang sangat rame dengan pedagang kaki lima dan penjual oleh-oleh. Salah satu yang laku keras ya itu deh….penjual wedang ronde. Sejuknya Kaliurang dengan wedang ronde itu bagaikan Dude Herlino dan Alissa Subandono: jodoh! ­čÖé

Perjalanan pun diakhiri dengan membeli jadah tempe di Mbah Carik. Di sana ibu ketemu manggis. Aduuuuh…nafsuin banget dah buah satu itu. Apalagi yang jualan mbah-mbah. Bikin ga tega. Jadi tambah pingin beli. Kepada mbah-mbah itu lah aku iseng-iseng ngenyang pake bahasa Jawa kromo. Dan dia menanggapiku dengan bahasa kromo juga. Membuatku terpana ketika dia bilang “Sedoso setunggal kilo”. Oh! Apa pula itu sedoso! Langsung ketahuan saya Jawa instan.. :))

So, yeah, demikianlah acara weekend get away kami di Kaliurang. Quite a short one, but it was indeed a delightful one. Tapi, kalo ada kesempatan lagi, ibu pinginnn banget kita bisa mampir ke Taman Gardu Pandang dan Museum Ulen Sentalu juga.

Advertisements

Tahu Bulat Ibu Ita

Setelah seluruh wanita di keluarga, Ibu Ita adalah wanita yang paling digemari suami saya. Padahal, kenal juga nggak. Tapi kalo lihat ejaan namanya saja yang ditulis dengan tinta hijau, suami saya sering heboh. Paling tidak dia berkata “Wih…tahunya buka, Dek Uma”.

image

Orang yang saya sinyalir si Ibu Ita. Bukan yang di sebelah kiri… Dia mah untuk jadi Neng Ita aja kurang cocok.

Iya… (alhamdulillah) yang membuat suami saya menggemari Ibu Ita adalah produk tahu bulatnya. Semacam tahu sumedang, tapi bentuknya bulat. Harganya Rp 500,- perbuah. Tapi nggak bakalan puas kalo cuma beli satu atau dua.

Gerobaknya manteng di Jl.K.S. Tubun, Jakarta Barat. Dari arah slipi, tepat sebelum fly over Tanah Abang (diantara Jl.Kota Bambu dan Jati Baru). Tapi, mantengnya cuma sore sampe tengah malam. Paling rame sih jam10 malam ke atas. Saat suami saya baru pulang mengantar saya dari kantor.

image

Si tahu bulat. Enaaaak ­čśÇ

Bu Ita sendiri orangnya adalah wanita separuh baya dengan penampilan rapi. Bahkan bisa dibilang cukup memperhatikan penampilan. Oh iya, dia juga cukup memperhatikan kebersihan. Kalo megang tahu dan cabe dia pake sarung tangan. Tapi, karena dia juga peduli penampilan, di suatu malam jumat saya melihat kuku ibu itu warna item dan masyaaAllah panjang. Kata suami saya sih mungkin itu kuku tempelan. Saya mikir, mana mungkin dia pake sarung tangan kalo kukunya begitu. Jebol aja lah sarung tangannya. Jadi deh malam itu saya harus pasrah dengan higienitas tahu ini. Besok-besok kalo mau beli lihat dulu ah dia lagi pake kutek panjang apa nggak. Tapi, anyway, rasanya maknyuss. Enak.

 

 

Kani Jalan-Jalan ke Lampung

Ini adalah kali pertama untuk Bapak dan Kani menginjakkan kaki di Pulau Sumatera. Kalau ibu sih emang masa kecilnya dihabiskan di sini. Ijazah SMPnya aja bertuliskan “Bandar Lampung”.
Yap, sebenarnya kami cuma ke ujung Sumatera aja. Ke Lampung. Karena dekat banget dari Jakarta. Cuma sekitar 8jam perjalanan, kalo lancar. Bus Damri yang kami naiki berangkat dari Gambir jam 20:30. Masuk kapal di Merak jam 22:45. Sampai Bakauheni jam 01:22. Akhirnya, sampai Gang Ratu menuju rumahnya Oma Onniek dan Opa Alvin jam 03:45.
Bengong, dong, pagi bener nyampe-nya. Ibu kira baru bakalan nyampe jam6. Ternyata jam4 aja belum. Hahaha… Sungguh hati ini tidak enak rasanya sama Opa Alvin yang baik hati menjemput pagi-pagi buta begini. Besok-besok kalo ke Lampung lagi pilih bus yang berangkat jam22:00 aja deh.
Setelah makan pisang goreng mentega racikan Oma Onniek, bobo sampe puas, mandi, dan nungguin Bapak sholat Jumat, akhirnya mobil Avanza sewaan buat jalan-jalan pun dateng. Eh mobilnya nggak cuma nyaman tapi juga murah  loh. Bisa sewa per-jam tarifnya Rp 50.000/jam sudah termasuk mobil dan pengemudi. Tinggal nambahin uang bensin (waktu itu sih kena Rp 70.000) dan tip (kalo mau aja). Kalo harian juga bisa. Tarifnya Rp 350.000/12jam belum termasuk jasa pengemudi dan bensin.
Karena malam harinya sudah ada agenda mau silaturrahmi keluarga, jadi kami cuma jalan-jalan selama 3jam. Dua target wisata hari ini adalaaaaaah: Bakso Sony dan Bumi Kedaton.

Iya, lah. Kalau ke Lampung mah harus kudu wajib nyoni (makan bakso Sony). Bakso-nya te-ow-pe-be-ge-te. Dagingnya terasa sekali. Kenyal-nya pas. Kuahnya juga bening segar gitu
Yang baru ke Lampung, harus coba nih. Ga mahal juga. Seporsi cuma 12ribu.

Setelah full-tank, kami melaju ke Bumi Kedaton Resort yang ada di Batu Putu. Tempat ini sepertinya mengambil konsep one stop recreation center dengan menyediakan berbagai wahana wisata. Ada kebun binatang mini, ada wisata air (kano dan memancing), ada wahana naik gajah, atraksi gajah, andong keliling, waterboom, arena bermain anak-anak, dan penginapan. Tapi karena kami berkunjung hari Jumat, jadi sepi dan wahananya banyak yang nggak beroperasi. Katanya sih kalo datang hari Minggu, bakalan lebih seru karena wahananya buka semua dan akan banyak pertunjukan.
Jadi, di kunjungan kali ini, kami hanya melihat-lihat kebun binatang mini (yang mana binatangnya kok ya nampak kurang terawat. Kasian euy), main ayunan (sampe puassss karena nggak ada saingan), dannnn main sama gajah. Karena nggak ada petugasnya, kami jadi nggak bisa menunggang gajah. Padahal kayaknya seru ya. Hiks. Yaudahlah.

Keesokan harinya, petualangan kembali dimulai siang karena pagi hari dihabiskan buat istirahat dan beberes dulu. Kani, Ibu, Bapak, Cicik Rara, Cicik Dilla, Oma Onniek, dan Opa Alvin meluncurrrr pake mobil yang dipinjamkan Opa Rudi ke Pantai Mutun. Pantai ini letaknya di daerah Lempasing, Pesawaran. Dari Tanjungkarang sekitar 45menit naik mobil. Setelah membayar parkir dan tiket masuk (50 000 dah totalnya), kami masuk dan leyeh-leyeh di gazebo (harga sewa gazebo: 100.000).

Wahhhh… Siiip tenan pantainya. Pasirnya putih, airnya bening. Cicik Rara dan Cicik Dilla yang emang udah niat banget jalan-jalan dengan semangat langsung berenang. Kani sih observasi dulu. Belum pernah berenang di laut, jadi masih takut. Tapi ga berapa lama, pertahanan jebol. Kani berenang juga. Ibu sih ngaso aja di gazebo sambil mamam bekal nasi goreng-sayur asem-lele-tempe-sambel yang udah disiapin Oma Onniek.
image

Alhamdulillah, asyik banget dah wisata di Mutun ini. Pemandangannya indah, fasilitasnya lengkap (ada waterboom, ada gazebo,ada water sports macam parasailing dan banana boat, ada perahu menuju Pulau Tangkil yang cuma beberapa meter di seberang pantai), ga jauh juga dari kota.
Karena matahari udah menunjukkan tanda-tanda mau tenggelam, kami pun melipir masuk ke mobil. Meluncur ke Teluk Betung untuk singgah di pusat oleh-oleh yang paling terkenal di Lampung: Yen Yen. Mangtaps kali rasanya produk-produk Yen Yen ini. Paling terkenal sih produk kripik pisang cokelat dan pisang susu-nya. Tebal lapisan cokelat dan susunya. Dibandingkan dengan keripik pisang merk lain (setidaknya ada Suseno dan Mr. Monkey), ibu sih paling cucox sama Yen Yen. Oya, selain dua produk itu, keripik pisang kopi, sambel kentang, kricu (kripik cumi), kerupuk kemplang, dan kopi Lampung juga endang bambangggg…alias enak banget.
Pulang dari Teluk, kami juga mampir ke daerah Enggal (Jl. Raden Intan). Beli martabak manis Sinar Fajar dan bubur jagung manis. Ini juga oke benggets buat dicoba.
Sesampainya di rumah langsung makan martabak, bersih-bersih badan, beberes, dan istirahat. Pagi-pagi bangun dengan buru-buru karena jadwalnya sih jam10 bus kami akan meluncur menuju Jakarta. Jam9 kami cipika-cipiki sama tante onniek sekeluarga, eh ternyata dapet oleh-oleh pempek sekeranjang (Wow!). Selanjutnya dianter Om Alvin ke stasiun Tanjung Karang yang jadi starting point si bus. Alhamdulillah…. Insyaallah kapan-kapan main ke Lampung lagi.
image

Wisata Kuliner di Jogja

Saatnya bikin postingan tentang kota kelahiran suamiku tercintah: Jogja berhati nyaman. Sehubungan ibu dan Kani juga lagi liburan di tempat Tine dan Atung-nya Kani, yah, jadi sekalian aja me-review tempat2 yang udah dikunjungi.

1. Sop Ayam Pak Min (Gedong Kuning)

Menjadi pilihan karena pake ayam kampung. Dannn…. Kuahnya gurih banget. Saripati ayam-nya berasssa. Harganya juga murah. 10ribu seporsi.

Tapi….ayamnya alot tenan. Dannn… Nasi-nya keras.

2. Nanamia Pizzeria (Jl. Mozes Gatotkaca, Demangan)

image

Yum! Pizza yang dipanggang dengan panggangan tradisional di sini oke banget. Enak. Pinggirannya gurih, tipis, dan garing. Topingnya tebal. Menu yang saya suka sih pizza Carne. Toppingnya keju mozzarella, smoked beef, minced beef, onion, sama chicken. Lengkap kap kap:D Yang medium harganya 53ribu, yang large 63ribu.

Selain pizza, Funghi Soup nya enak juga. Yaaa sop jamur a la italiano gituh. Gurih-gurih, creamy, wangi oregano.

Kalo minumnya…tadi sih minum raspberry smoothies rasanya agak mengecewakan. Kenapa? Karena saya meragukan itu beneran raspberry yang diblender. Kenapa ragu? Karena di situ biji raspberrynya banyak bener. Kayak biji strawberry. Sementara, dia ‘berurusan’ sama saya yang mantan petani raspberry di Australia. Saya ngerti banget kalo raspberry tuh dipetik harus dalam keadaan tanpa biji. Tapi buat yang nggak ngerti hal ini, mungkin minuman itu rasanya baek-baek aja. Oya, suami saya minum cola float dan tampaknya itu enak.

3. Sosis Bakar (di Taman Lampion/Taman Pelangi ada.. Di depan Indomaret Gedongkuning juga ada)

image

Yang rasa keju dengan saos manis enak. 12ribu sepotong. Yang blackpepper saos sambal pueddesss.

Overall, enak sih. Hanya saja, ga kenyang kalo makan satu doang.

4. Ayam Betutu Bali (Jl. Damai, Sleman. Utara Monjali)

Tempatnya lumayan enak. Bersih dan nyaman. Ada gubuk lesehan, toilet dan musholla juga.

Masakannya…tadi sih makan paket ayam betutu kuah rasanya agak keasinan. Ga tau deh, apa emang defaultnya begitu atau saya aja yang lagi apes. Hehehe.

Sesungguhnya yang paling berkesan sih rasanya tempe mendoan dan sambel bawang khas bali-nya. Enak.. Gurih.

Eh paket ini lumayan murah juga lho. Sepaket terdiri dari nasi, ayam, teh botol, plecing kangkung, dan sambel bawang khas bali harganya 30ribu.

image

5. Gulai Kepala Ikan Bank Jo (selatan oseng-oseng mercon dan di Jl. Parangtritis)

Wah… Gulai ikannya the best dah. Kalo saya sih lebih suka gulai ikan utuh daripada gulai kepala ikan. Alasan perut aja sih..kalo rasa mah sama-sama enak. Tom Yam juga enak bagi yang suka pedas. Oya, ikan yang dipakai di sini ikan nila ekor merah.
image

Warung makan ini sering banget penuhnya. Apalagi kalau malam. Jadi, saya sarankan ke sininya siang hari aja.

Wisata Kuliner di Benhil (Bendungan Hilir)

Jumat malem (juga sabtu pagi) akhir bulan April lalu ibundaKani dan best-mate-nya Uni Nia, secara tiba-tiba punya proyek wisata kuliner di sekitaran Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Setelah memutuskan untuk pulang kerja naik busway ajah, kami memutuskan untuk mampir ke restoran Aceh Meutuah (Meutia) yang ada tepat di depan pasar.

Secara suasana, ya ini tempat yang sederhana namun cukup nyaman karena luas, banyak dekorasi unik, dan bersih. Oya, ada toilet dan musholla juga di lantai 2. Nice. Tapi ciyyyyn, I hate the fact that they allow people smoking here.

Image

Suasana di dalam rumah makan Meutuah

Secara makanan, seumur-umur ini adalah pertama kalinya ibundaKani bisa bilang mie aceh itu enak. I used to dislike Mie Aceh. But I like Meutuah’s Mie Aceh. Bumbunya pas banget. Nggak terlalu pedes. Jadi, lebih nikmat. Teh tarik-nya juga enak. Wangi kayu manis. Anget dan manisnya juga pas.

Image

Wujud Mie Aceh-nya. Mie Aceh Goreng Basah, namanya.

Dari sisi harga, lumayan murah ciyyyyn. Seporsi mie aceh 18.000. Kesimpulannya: Ya. Ini tempat sangat saya rekomendasikan:)

Kalo mau ke sini, naik aja busway jurusan Kota-Blok M trus turun di halte Bendungan Hilir. Jalan deh ke arah Pasar Bendungan Hilir. Pas di timur pasar, di samping toko-toko elektronik, ada nih restoran.

Keesokan paginya, curhatan semalam kembali membawa kami ke Pasar Benhil. Pingin makan Kampiun, ciyyn. Saya kira kampiun tuh apaan. Ternyata oh ternyata, itu versi Padang-nya jenang sum-sum kolak di Jogja. Jadi tuh jenang sum-sum/bubur tepung beras dikasih kolak biji salak (ubi dibulet-buletin) dan pisang, ketan putih, cenil, trus disiram air santan gula merah. Enak. Ga terlalu manis. Oh ya, kita makannya di Rumah Makan Padang namanya Bopet Mini di lantai dasar.

Image

Makan Kampiun di Bopet Mini

Ternyata cerita kuliner di Pasar Benhil nggak sampe situ aja. ┬áBesok sorenya, bapak; ibu; kani; dan mbak Ipah mem-bemo ke ┬ápasar (ongkos 2000/orang). Ibu pingin nunjukin ke bapak, ada pusat kuliner enak di deket rumah. Hehehe. Mumpung bapak lagi ada di Jakarta. Kali ini kami mamam di Sate Padang Takana Juo. Lokasinya di pedagang kaki lima depan Pasar Benhil. Enak enak enak:) Tapi pedes. Hahahaha… Seporsi harganya rp ┬á20.000. Tapi kalo mamamnya setengah porsi ya rp 11.000. Tapi sayang, mbak ipah ga doyan. She doesn’t like beef. Kan satenya kombinasi daging-lidah. Mbak Ipah malah tertarik belanja fashion. Dapet baju 15.000-an, dia.

Sate Padang Takana Juo

Dan… Ketika pulang, ibu melihat ada penjual “Lamang Tapai”. Waaaa… Aku suka makanan itu. It’s a must! Tapi kok dompet udah kempes ya. Yaudah ditunda dulu deh sampe awal bulan… Hehehehehe.