Wisata Kuliner di The Manglung

Di waktu senggang siang ini Kani sempat main-main ke The Manglung view and resto. Tempat ini terletak di Jalan Ngoro Oro Ombo no. 16 Bukit Patuk, Gunungkidul. Cukup menyenangkan. Pemandangan hijau khas Bukit Bintang menjadi daya tarik utama. Desain bangunan yang semi outdoor dan fasilitas yang cukup lengkap pun membuat kunjungan ke sini jadi terasa nyaman. Tapi, kalo boleh kasih saran, resto ini masih perlu meningkatkan kualitas rasa masakan dan menyesuaikan harga dengan resto sejenis.

Wanna see the ambience there? Please check it out 😊

Group Rempong dan ketuanya yang sok jaim😘

Ada kolam renangnya. HTM Rp 50.000

Spot foto buat instagram-lovers. Boleh naik ke bulan-nya itu. Tapi bayar Rp 20.000. Dah aku mah di bawah aja. Takut jatuh😂

Advertisements

Kani Makan di Pawon Sulung

Satu lagi tempat makan yang menyenangkan di Jogja. Pawon Sulung yang terletak di Jalan Selokan Mataram, Seturan. Meskipun lahannya cukup imut, tempatnya cukup nyaman dengan desain jawa klasik. Apalagi di sini ada mainan tradisionalnya sehingga menyenangkan untuk anak-anak, ada spot khusus yang instagramable sehingga menyenangkan buat orang dewasa (Hahahaha. Narsis mode: ON), dan banyak masakan jadul sehingga sepertinya bakal menyenangkan juga untuk orang tua.

Alhamdulillah tempatnya nggak terlalu rame. Ibu dan Kani ke sini menemani Tante Merry, setelah pulang dari Keraton, sekitar pukul 12.30. Senang sekali kami langsung dapet tempat duduk dan bisa wisata kuliner dengan nyaman. Sesampainya di sana, kami langsung pesan makanan. Kami memilih makanan: tumis kembang turi, ayam goreng, lele goreng, sup ayam, bakwan jagung goreng, tempe mendoan, dan pisang goreng. Untuk minumannya kami memilih es jeruk, wedang jahe, dan wedang jeruk.  Oya, selain menu itu, di sini ada juga menu jadul lucu-lucu lain seperti tumis kembang kates (bunga pepaya), dan wedang uwuh.

Setelah memesan makanan, kami mengisi waktu luang menunggu masakan siap santap dengan foto-foto di spot dapur jadul yang terletak di bagian depan resto ini. Dapur jadul di sini lumayan lengkap peralatannya. Ada tungku kayu yang kelihatan menyala karena diberi lampu di dalamnya, ada juga alat untuk menumbuk, ada bambu untuk meniup apinya, bahkan ada cangkul. Untuk menambah semangat pengunjung, di sini disediakan juga kostum pendukung acara foto-foto seperti: kebaya tradisional, baju lurik, caping (topi pak tani), dan blangkon. Tapi ibu sih bawa sendiri kebaya dari rumah. Hahaha. Niattt. Meskipun akhirnya dipake tante Merry sih…soalnya Ibu dan Kani malah punya ide iseng pake baju lurik dan blangkon. Hehe…

Setelah foto-foto, ibu dan kani pun beralih ke mainan tradisional. Di sini ada dakon, angklung dan mainan wayang kecil. Tapi Kani kemarin paling tertarik sama dakon alias congklak. Wah..udah lama ga main beginian. Tapi Kani minta ajarin cara mainnya gimana. Yaudahlah ya, seingatnya. Pokoknya ambil butir-butir kacang segenggam dari ‘rumah’ alias bulatan di tengah yang besar sendiri itu, trus mengisi bulatan-bulatannya satu butir-satu butir gitu lah ya sampai yang digenggaman kita habis. It was funJ Lucu juga buat quality time. Dan kalo lihat bagaimana tangan Kani bergerak pelan-pelan mengambil dakon dan mengisi bulatan-bulatannya, sepertinya mainan ini juga cocok untuk melatih motorik halus.

Belum selesai main, ternyata makanan sudah datang. Yuuhuuu. Yang paling unik sih menurutku Tumis Kembang Turi. Rasanya pedes, asin, agak pahit gitu. Kalo ibu sih lahap makannya. Tapi tante Merry agak susah menelannya. “Karena tau ini bunga, jadi agak gimanaa gitu”, kata dia. Haha. Buat pengalaman ya, Tante… Lama-lama rasanya tuh mirip kol/kubis kok. Tawar-tawar seger gitu. Cuma karena dibumbuin cabe rawit aja jadi pedas. Oya, pada kunjungan selanjutnya dengan bapak Kani dan Soba Sitta, ibu nyobain Tumis Kembang Gandul alias tumis bunga papaya. Pahit-pahit pedas gitu deh… Lumayan juga. Enakan ini 😀

Overall…menurutku, Pawon Sulung yaa dapet skor 8/10 lah…alias: 4 bintang 🙂 Nyaman, kids friendly, ada musholla. Tapi…kalo bisa, pilihan lauk-nya lebih variatif lagi dan  ukuran ayamnya agak lebih gede ya. Wkwkw. Oya, kualitas pelayan juga bisa ditingkatkan. Karena sempat mengalami ada pelayan laki-laki yang ditanya-tanya tentang detail pilihan menu, ehhhh… dia belum bisa menerangkan. Pramusaji sebaiknya informative yaa. Kan dia orang pertama yang melayani pengunjung:)
Pawon Sulung

Buka: 10:00-22:00

Alamat: Jl. Selokan Mataram No.8, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Kani di Pingu’s English

Sabtu (14/11/2015) adalah hari pertama Kani resmi jadi seorang siswa Pingu’s English di Jogja. And it went well. Kani senang…dan nggak mau diajak pulang^.^” Tidak seperti waktu trial, apalagi waktu trial kelas menari. Ampun dahhh… Cranky dan cemberuttt aja sepanjang trial kelas menari..>..<

image

Tapi di Pingu's ini alhamdulillah Kani menunjukkan antusiasmenya. Yaaa nggak kayak ibunya yang selalu ceria dan bersemangat sih .. Malu-malunya sih tetep ada…anaknya Pak Ardhi, gitu lwoh… Tapi Kani mau mengikuti jalannya proses belajar di kelas dan terlihat sangat happy waktu aktivitas motorik halus. Yaaa kayak ibunya, Kani ternyata suka juga sama aktivitas utak atik kayak mewarnai, menempel, dan melipat.

image

Empat kali ikut kelas (Iya. Aku juga ikutan nongkrong di kelas: 2 kali trial dan 2 kali kelas beneran^.^), ibu lihat sih kayaknya Pingu’s English pendekatan belajarnya lebih kayak play
group yang menggunakan Bahasa Inggris. Jadi…pendekatannya lebih ke edutainment gitu. Malah bisa dibilang bermain selama belajar. Tiap pertemuan ada tema tertentu. Misalnya tentang warna…yaudah selama 6 pertemuan diulang terus tema itu, dengan ragam permainan yang berbeda-beda. Dalam satu program, total ada 12 tema yang dibagi dalam 72 pertemuan.
image

Ibu sih rasanya cocok dengan Pingu’s sebagai tempat perkenalan Kani dengan lembaga pendidikan. Semoga Kani juga betah yah ‘sekolah’ di sini. Dan semoga kegiatan ini barokah 100% buat Kani dan orang tuanya. Siapa tau kan anakku karena sudah dikenalkan English sejak dini jadi lebih lancar English dari orang tuanya, trus bisa jadi mubalighot internasional….Aamiiin:)

Detoks Organik Melilea

WP_20150331_001[1]

Sehubungan dengan timbulnya kesadaran bahwa saya udah makan secara ‘anarkis’ selama liburan di Jogja (ya ampun, anarkis), akhirnya timbul ‘keisengan’ buat coba-coba detoks. Cari-cari tema detoks yang ada di grup Femaledaily, ketemunya detoks sekaligus diet Melilea Greenfield Organic (GFO). Produk ini sendiri sebenarnya adalah bubuk makanan yang terdiri dari sayuran, buah, dan bumbu-bumbu yang ditanam dan dipelihara secara organik tanpa bahan pengawet, perasa, maupun pewarna. Makanya selama kita mengkonsumsi GFO ini, makanan ‘jahat’ semacam gorengan, nasi, makanan siap saji, dan makanan kalengan dihindari. Minum air putih pun harus rajin, minimal 3 liter perhari. Jadi, proses detoksnya bisa berjalan dengan optimal.

Untuk percobaan kali ini, saya pakai pola detoks yang seminggu, dengan rincian: 2 hari makan tapi porsi dikurangi plus rutinminum GFO + 3 hari minum GFO dan sayuran buah-buahan organik aja + 2 hari makan tapi porsi dikurangi plus minum GFO lagi.  So..here the story is…

Day 1
Minum Melilea di malam hari aja, pengganti makan malam. Paginya ngemil-ngemil kue aja. Siangnya makan nasi+tahu+tempe dan minum air mineral. Oya, karena kita diwajibkan minum lebih banyak (total sekitar 3 liter sehari), jadi yaa lebih sering ke toilet sih… Jeda minum setengah jam, ke toilet, jeda setengah jam ke toilet lagi :))
Berat 51,5kg
Day 2
Bangun tidur minum air putih. Jam setengah 9Minum Melilea sebagai pengganti sarapan, tapi juga ngemil rambutan. Lalu makan siang kentang rebus saos mayonaise aja jam11. Tapiii ketika rapat (jam setengah 12 an) dapat snack pisang bakar dan kroket kentang. Sore sekitar jam 4 minum GFO lagi. Tapi malamnya nggak bisa minum karena GFO-nya ketinggalan di kantor. Akhirnya makan salad buah aja (tanpa mayonaise) dan makan malam nasi-bayam-perkedel jagung (ini bukan karena lapar. tapi karena sayang aja bayam dan perkedelnya udah dimasak sama si mbak tapi kok habis juga. hehehe)
Day 3
Hari ini adalah hari H memulai detoks 100% tanpa karbo. Cuma boleh minum Melilea, makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Minum Melilea sebagai pengganti sarapan. Tapi tetap ngemil buah. Buahnya juga masih:rambutan rapia yang dibawain Mbak Fitri:)) Tapi kali ini ada peningkatan, minum jus juga.
Setiap minum Melilea sebagai pengganti sarapan, selalu saya jadwalkan antara jam 8 sampai jam 9 pagi. Soalnya, menurut pakar kesehatan (yang salah satunya disampaikan di TV Fox News), sarapan paling efektif tuh jam segitu, karena hormon yang mengirimkan sinyal ke tubuh bahwa kita lapar tuh ‘bangun’-nya jam segitu. Kalo kita nggak sarapan juga, hormon itu bakal semakin ‘galak’ dan menyebabkan rasa lapar yang berlebihan. Alhasil, kalo dibiarkan, ketika makan siang kita jadi cenderung ‘kalap’.
Sebelum makan siang, minum GFO. Tunggu 30 menit-an, baru deh makan siang. Makan siangnya gado-gado tanpa karbo tanpa telur. Saus kacang sih, teuteup…ga enak kan kalo ga pake saus. Belum siap segitunya saya mah:))
Makan malam..nah ini godaan terberat. Karena ada janjian reuni sama sahabat-sahabat yang sudah 5 tahun ga ketemu, dan kita deal bahwa kita bakal ketemuan di Plaza Semanggi, galau lah diri ini. “Should I break my determination?”, yaa perasaan-perasaan macem itu muncul. Secara, Loving Hut si restoran vegetarian yang di Plangi udah nggak ada. Tapi sayang banget, ini udah hari ke 3 bo! Akhirnya cerita sama ketiga sahabat saya ituh bahwa saya lagi detoks. Yang dibolehin cuma makan sayuran. Yaa mereka ngeledekin sih. “Gaya, kamu!:D” “Ha??? Serius, bakso aja nggak boleh???”. Saya iya-iya-in aja. Abis gimana, emang iya:)) Akhirnya makan di Kuah. Pilih menu sayur-sayuran doang: jamur enoki, rumput laut, kangkung, jagung muda kecil disiram pake kuah tomyam. Minumnya kelapa muda jeruk. Enaaak 😀 Pulang dari ‘gaul’, minum Melilea lagi sebelum tidur.

Tomyam Sayur-Sayuran

Tapi… Tentang pencernaan, seperti yang pernah saya alami dalam percobaan pertama detoks organik, tiga hari pertama tuh cenderung susah BAB ya. Nggak ada rasa mules. Nggak sampe usaha extra kuat sih untuk BAB. Tapi yaaa nggak ada rasa mules gitu.

Day 4
Ini adalah hari paling kacau. Bukan karena I broke my rule. Tapi karena GFO yang ku pesan nggak sampe-sampe. Jadinya seharian nggak minum GFO. Padahal udah pesan dari hari Senin, dan mintanya dikirim pake yang sehari sampe 😦 Gimana sih:(
Akhirnya cuma straight pada aturan bahwa cuma makan sayuran dan buah aja. Buah pun milihnya yang menurut teori merupakan buah pembersih usus, which is: pear. Itu untuk menu makan malamnya.
Pagi sarapan pake gado-gado. Tanpa telor dan tanpa nasi. Siang makan semangka. Sore makan siomay. Eh tapi siomay gaya vegetarian. Hahaha. Milihnya: kentang, kol, tahu, pare. Tak ada sentuhan siomay sama sekali. Hahaha. Tempelan-tempelan siomay di makanan tersebut pun disingkirin. Sayang banget lah detoksnya kalo aku ‘buka puasa’ cuma gara-gara siomay 10.000-an. Kalo ditawarin steak Holycow, bolehlah… Hahahaha.
Karena ketiadaan GFO hari ini, entahlah apa bakal memperpanjang masa puasa 1 hari lagi atau nggak. Hhhh… kemana sih GFO gw. Dicek di website kok katanya nggak ada nomor resi:(
Day 5
Hari ini sebbbbbellll! Ngecek lagi ke websitenya JNE, ternyata distributor melileanya salah masukin alamatku. Jadi barangku udah sampe dari 3 hari yang lalu, tapi di rumahku yang lama. Padahal aku minta dikirim ke kantor. Aku udah 2-3 kali nulis bahwa dikirimnya ke kantorku aja. Tapi dia malah teteup ngirim ke rumah lama. padahal aku udah nggak tinggal di sana lagi, dan jarak ke sana dari rumahku jauuuuuh. Dia kemudian minta maaf sih. Tapi, tetep aja kan aku harus ber-repot2-ria njemput tuh barang ke rumah lama. Ga banget. Nggak mau pake distributor yang ini lagi. Ah! Padahal kemarin2 aku udah kepikiran abis ini mau pesan melilea yang besar:(
Oya, kembali ke menu. Sarapan dengan jus strawberry+jeruk. Strawberry kan juga buah pencuci usus. Eh tapi semua jus yang saya minum selama detoks ini jus murni buah dan air aja ya. No ice, no sugar, no milk.
 WP_20150415_004

Jus Jeruk-Strawberry Murni

jam3 minum GFO (alhamdulillah sudah di tangan) campur madu, dan makan pisang molen (tapi pisangnya aja. Tepungnya disingkirin). Malamnya minum GFO, trus makan capcai rebus (isi sawi putih, wortel, dan daun bawang doang) dan tahu.
sebenarnya supaya efektif, harus minum GFO sekali lagi. supaya 3 kali. Tapi karena udah ngantuks, jadi skip deh…
O iya, tadi pagi kotoran usus yang menurut iklannya GFO bakal dikeluarin dengan detoks ini, akhirnya keluar juga. Penampakannya sih menurutku mirip usus sapi yang digulai gitu. Panjang, permukaannya licin kayak permukaan luar usus sapi, trus kayaknya ada rongga di tengah ya kayak usus gitu. ‘benda’ itu juga ga tenggelam di air. Cenderung mengapung. Untung toiletnya pake flush. Jadi nggak perlu mikir gimana nyiramnya:)) anyway, it’s such a disgusting topic to explain, ya. Hahahaha. Poop, gituh. Hahahaha. Abaikan jika merasa info ini tidak diperlukan ya:)

Berat: 49 kg. Alhamdulillah! 😀 Senangnya lihat jarum timbangan geser ke kiri terus:D
Day 6
Karena kotoran usus sepertinya udah keluar, jadi diasumsikan saja bahwa detoksnya bisa dibilang berhasil. Yaaa meskipun sehari nggak minum GFO tapi kan tetep konsumsi buah2an pencuci usus juga (pear, strawberry, jeruk). Tetap menjaga ‘idealisme’ vegetarian juga. Jadi, ya sudahlah ya nggak usah ditambah 1 hari lagi puasa nasi dan dagingnya:)
Pagi sarapan GFO dicampur jus pear. Mau tau rasanya? Bweh. Kental banget kayak vegeta tapi dari bahan rumput2an. Hahay!
Jam setengah 12 makan siang nasi sedikit benggets, sayur asem, tumis pare, dan tempe goreng. Trus sore ngemil siomay tenggiri 2 buah. Lupa dah saya mau minum GFO sebelum makan siang >.<
Akhirnya baru minum GFO sore menjelang senja. Dicampur madu biar ga bweh. Setengah jam kemudian seperti biasa minum air putih. Eh Ummi masak jagung rebus keju. Akhirnya malam makan jagung rebus keju susu. Selang ga berapa lama kemudian, onde-onde proyeknya babe jadi. Makan onde-onde juga deh jadinya. Hahahaha. Enak juga ternyata makan onde-onde yang masih hangat:)
Day 7
Hari Terakhir program detoks nih ya. Pagi jam8an minum GFO, dilanjut air putih setengah jam setelahnya. Eh jam10 lihat di meja makan ada sayur bening bayam, tahu goreng, dan sambel. Wahhhhh sayang untuk dilewatkan >.< akhirnya yah, sarapan menu itu.
Jam setengah 12 minum GFO. Eh ternyata jam 12 Babe saya ngajakin ke mall sekeluarga besar. Ya udah deh, sampe mall langsung cari yang jual air mineral. Makan siangnya? saya makan french fries dan dada ayam (tapi kulitnya nggak saya makan). Hahahaha. Hari terakhir malah kacau begini makannya. Ya maklum deh, kalo lagi jalan-jalan sama keluarga mah nggak mungkin lah nolak-nolak makanan. Enjoy aja 😀
Sorenya di kereta karena dingin kehujanan, saya makan kebab. Hahahaha. Hancur minah. Ini bener-bener cheating day :)) Tapi malam nggak makan kok. Udah ngantuk soalnya. Anakku juga rewel terus. Dia udah ngantuk tapi nggak mau bobo. Akhirnya aku matiin lampu, anakku nangis. Lalu bikin perjanjian: kalo mau lampunya hidup, dek Kani harus merem. Oke, dia merem. Ga berapa lama terdengar dia mulai mendengkur. Yaudah, time for me to sleep. Terselamatkanlah dari nafsu makan malam 😀
Kesimpulannya, dari pengalaman berdetoks Melilea GFO selama seminggu ini saya mendapatkan sistem pencernaan yang  lebih lancar daripada sebelumnya. Bahkan ketika saya sudah berhenti minum GFO selama 2 minggu, alhamdulillah masih lancar 😀 Oh iya, karena selama seminggu ini dibiasakan menahan nafsu terhadap makanan-makanan ‘jahat’, saya juga sampai sekarang jadi lebih bijak dalam mengkonsumsi makanan. Saya jadi lebih rajin makan buah dan sayur karena dari pengalaman mengkonsumi  buah dan sayuran di dalam GFO, pencernaan saya lebih lancar dan saya nggak gampang lapar. Jadi, saya seperti mendapatkan satu tips untuk menjaga berat badan. Saya juga jadi lebih punya kesadaran untuk menjaga diri terhadap makanan-makanan ‘jahat’ semacam fast-food dan gorengan. Jadi lebih ngitung, gitu. Mau nge-snack aja ngitung “Wadooh, ini kalorinya 130. Padahal lari 20 menit aja cuma ngebakar 90 kalori”. Trus, nggak jadi deh makan itu. Pokoknya dalam tingkat kesadaran (awareness), terasa banget deh detoks seminggu ini bermanfaat.
Oya, bagaimana berat akhir setelah 7 hari detoks ini? 49,5kg! Saya berhasil turun 2 kilogram dalam seminggu tanpa pernah kelaparan. Senangnya..:D

a Surprise Party for Our Leader…

Syukuran Harlah Pak Budi ke 50

Syukuran Harlah Pak Budi ke 50

Ini cerita tentang syukuran hari lahir-nya Pak Budi, Kepala Biro Humas dan Protokol di kantorku. Judulnya a “leader”, instead of “boss”. Soalnya, people tend to loathe bossy figure, kan. But people always adore a figure posessing a good leadership. Dan emang karakter Pak Budi tuh a leader banget. Salah satu leadership characteristic he owns adalah keterampilannya mengelola emosi. Pak Budi tipe pemimpin yang cenderung nggak gampang mengumbar amara. Kalo lagi ada yang nggak sreg, caranya kalo mau negur, Pak budi menghampiri kami, lalu dengan lembut bilang hal yang mengganjal pikirannya terkait ‘kenakalan’ kami.

Yang terakhir niiiih… tiba-tiba pak budi jalan ke arah kami, anak-anak humas. Ceritanya waktu itu Pak Budi mau nerima tamu. Pak Budi menghampiri kami, lalu dengan wajah gundah gulana bilang “Saya tuh suka nggak enak  mau menerima tamu”. Trus mbak Fitri nanya “Kenapa Pak?” Tiba-tiba Pak Budi mengeluarkan jawaban yang membuat kami berdosa besar selama ini… Pak Budi bilang “Malu, ruangannya acak-acakan”. Langsung deh kami yang “Yaaaaah….bapaaaak…. jangan gitu dongggg” dengan penuh rasa nggak enak. Karena, ya, itu sebenernya Pak Budi memperingatkan kami staf-stafnya ini yang cenderung membiarkan meja acak-acakan penuh berkas dan draft. Ya tau sendiri orang kreatif karakternya kayak apa..(gayanya, kreatif. padahal mah alesan).

Ya, back to the topic, jadi hari ini Pak Budi ulang tahun. We prepared a surprise for him. Si Teguh sang suhu desain bikin pop-art figur wajah Pak Budi. Si Dedy, Mbak Fitri, dan Nisa jadi tim rusuh bikin video ucapan selamat ulangtahun ke Pak Budi. Si Dhini kasih ide lagu buat backsound video. Si Tiara awalnya adalah manajer tim kue ulangtahun. Tapi alhamdulillah, sebelum kami beli kue ultah, eh ada kue ajaib dari bidadari datang. Tiga, lagi. Waaah 😀 Kalo kami yang beli, cuma kebeli satu. wkwkwk…:))

Kue dari Bidadari (Soalnya ga tau dari siapa,  tau-tau udah ada aja)

Kue dari Bidadari (Soalnya ga tau dari siapa, tau-tau udah ada)

Karena rencananya kami mau adain surprise party-nya pas jam makan siang, jadi dari pagi kami seruangan yang guede itu kompakan nggak ada yang ngucapin selamat ulangtahun ke Pak Budi. Kami maunya ngucapin pas acara. Eh ternyataaa…orang-orang dari ruangan lain pada berdatangan duluan dong dari pagi pada said happy birthday. Duh, nggak enak juga rasanya. Kami nggak bisa segera mulai acara, soalnya kadonya belon dateng. Itu..pop art nya kan mau dicetak dulu yang gede yang bagus. Nah, mana ada tempat nyetak foto yang pagi-pagi udah buka. Paling cepet juga jam 10, keiles. Jadi, ya, pasrah dah. We pretended like we didn’t know anything.

Pas kadonya udah datang, video udah siap, proyektor dan speaker buat mainin video-nya udah ada, dikumpulin deh keluarga besar Biro Humas dan Protokol serta orang-orang di sekitar yang juga sayang sama Pak Budi. Setelah semua kumpul, Bang Ardli nelpon Pak Budi deh. Kan Pak Budi lagi meninjau ke lantai 5 tuh sama Pak Mul. Nah, Bang Ardli minta tolong Pak Budi ke lantai 3. Bilangnya sih: ada tamu. Hihihihi…. Ya kan bener, ada tamu. Banyak banget malah: anak-anak satu biro. Dan berhasil, dong… Pak Budi turun ke ruangan… Alhamdulillah 😀

Lampu dimatikan. Biar segala pergerakan persiapan pesta nggak kelihatan. Pas Pak Budi masuk ruangan, kami semua nyanyi Happy Birthday. Dilanjutkan pemutaran video ulangtahun Pak Budi. Pas nonton video ini, aduh… saya lihat Pak Budi menitikkan air mata euy di tengah kegelapan. Tangan saya juga dingin. Terharu. Lalu Pak Budi buka kado pop art dari kami. Dengan celetukan si Teguh, “Itu lho, Pak, yang tadi saya bawa-bawa”. Soalnya tadi pas Teguh nenteng-nenteng pop art-nya, si Teguh ke-gap Pak Budi. Dan Pak Budi sempet nanya juga “Apa tuh, Mas?”.  Jreng!

The Pop  Art. Keren, yah? :D

Habis itu Pak Budi kasih sambutan. Sambutan yang bikin mayoritas dari kami nangis, dan sisanya menghela nafas panjang karena nahan nangis. Ah. Ya sudahlah ya nggak usah ditulis sambutannya tentang apa. Daripada saya malah nangis lagi.

Setelah sambutan dari Pak Budi, Uni Yossi yang emang suhunya MC di kantor mengambil alih acara biar terarah. Ada pembacaan puisi dan parodi surat tugas dari anak-anak Protokol dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin Pak Nur Rosikhin.

Happy Birthday Pak Budi yang baik… We wish you a great life forever, ever after… Aamiiin…

Our Journey of Love So Far

Suatu hari di tahun 2002 dalam sebuah kelas bimbel Gedung Neutron, Jalan Taman Siswa, Yogyakarta.

Allin           : “Shaggy, udah makan belum?”
Shaggy    : “Udah”
Allin           : “Oooh. Aku laper”
Shaggy    : “Mau makan lagi?”
Allin          : “Ha? Aku kan belum makan…”
Shaggy    : “Iya. Kamu tanya aku dong “Mau makan lagi?” gitu..”
Allin           : …..(diam)…. “kamu pengen banget sih aku ajakin makan. hahaha”

Dan…hari itu pun kemudian jadi our first date. Di Waroeng Steak n Shake seberang Gedung Neutron, Jalan Taman Siswa, Yogyakarta.

Continue reading

Ibundakani Pijat di Yesaya

Beberapa hari lalu ketika badan ini sungguh rontok karena komitmen menjadi wanita karier (gayamuuu), IbundaKani berkunjung ke Family Massage and Reflexology Yesaya yang terletak di Tomang, Jakarta Barat. dan IbundaKani bisa bilang, pengalaman pijat di sana sungguh patut diacungi jempol. Ibu datang dalam keadaan badan rontok serasa mau pingsan , pulang dari sana alhamdulillah segar bugar. Continue reading