Kani Potong Rambut di LolliCut

Sampailah saya di suatu hari di mana muncul ide cemerlang untuk memotong rambut Kani, my almost-seventeen-months-old baby. Bukan, bukan saya sendiri yang motong. Dulu memang pernah nekat melakukannya. Tapi mengingat si Kani udah tambah begajikan, mending saya bayar baby-hairstylist deh. Daripada menyesal berkepanjangan karena anak ai lecet-lecet kena gunting ya. I prefer paying a professional one.

Jadilah, di jam makan siang di 3 Januari 2014 itu saya menggendong Si unyu Kani ke Lollicut, sebuah Babies and Kids Salon and Spa Center yang terletak di arena Miniapolis Plaza Indonesia. Ih beneran, ga nyesel deh ngerogoh saku agak dalem buat potong rambut di sini. Capsternya telaten banget. Cowok nan sabar, pinter ngajak becanda anak-anak, dan give attention to details gitu. Oh, sayang sekali aku lupa nanya namanya. Tapi beginilah penampakan wajahnya ketika memotong rambut Diajeng Kani.
image

Oh iya, fasilitas di Lollicut ini juga oke. Jadi, sesungguhnya SOP mereka dalam memotong rambut anak tuh:
1. Si anak didudukin di mobil-mobilan yang di hadapannya terpampang layar LCD buat nonton DVD. Nah kita bisa pilih sendiri nih mau nonton film apa.
2. Capster mulai setel filmnya.
3. Anak dipotong deh rambutnya.

Kani udah coba begitu sih awalnya. Tapiiii, ternyata Diajeng Kani lebih anteng kalo duduk dipangku ibu. Dia ngamuk, bo, di atas mobil-mobilan itu:( Yaudah, akhirnya si diajeng dipotong rambutnya sambil dipangku ibu deh. Semua mainan yang ada di lollicut dikerahkan supaya si Diajeng nggak berontak selama dipotong rambutnya. Akhirnya, voila!!! Perubahan hairstylenya bisa dilihat di foto di bawah ini.
image

Lebih seger yah, si diajeng. Oya, sekedar info buat yang tertarik, biaya potongnya udah sama pajak sekitar 150ribu lah.

Advertisements

Kani ikut trial class rumah main cikal

Minggu (17/11) jam9 pagi, Kani ditemani ibu dan bude Endang mengunjungi Rumah Main Cikal yang ada di F(x) mall, Senayan. Kani joined trial class di sana. Kani dan anak-anak umur setahun-an yang udah bisa jalan digabungkan di kelas Adik-Adik.

image

Kani lagi mewarnai. Pertama kali Kani megang kuas dan mewarnai pake cat air nih.

Kelas ini dipimpin oleh 2 orang kakak instruktur. They were jolly and kind women. Saking ceria dan ramahnya, Kani langsung nangis pada pandangan pertama. Ampun dah, Nak. Padahal instrukturnya cuma bilang “Halo, kakak..” anak gue langsung “Hwaaaaaaaa” sambil berlinangan air mata. Dan itu berlangsung sekitar 15menit. Kani terus berlinangan sambil meluk ibu.
Join kelas ini sesungguhnya menyenangkan. Yaa kayak join shootingnya Barney, kali. Kakak instrukturnya kreatif sungguh, segala sesuatu bisa jadi lagu. Perkenalan bisa jadi lagu, warna bisa jadi lagu, beres beres bisa jadi lagu. Ibu sih seneng ya. Sejauh mata memandang, ibu lihat sih kakak instrukturnya tuh total, gitu, dalam mencoba membuat anak-anak tertarik. Mereka senyum lebar, bernyanyi riang, joget semangat, mendongeng ekspresif. Pokoknya two thumbs up buat kakak-kakak instrukturnya. Continue reading