Kani Menonton Pertunjukan Tari di Keraton Jogja

Kata orang, Jogja itu ngangenin. Tapi kalo kata saya sih nggak ngangenin, tapiiii: ngangenin banget. Hahaha. Kayaknya sih, bawaan lahirnya Jogja yang ngangeni ini nih yang bikin wisatawan non stop datang terus. Alhasil, penduduk Jogja jadi cenderung sering kedatengan teman-teman atau keluarga dari luar daerah. Konsekuensinya, dalam beberapa kesempatan, kami jadi kebagian seneng ikutan nemenin jalan-jalan. Horeeeee…. 😀

Pagi tadi, kani dan ibu ketiban rejeki nemenin tante Merry jalan-jalan ke Keraton. Agenda utama kami sebenarnya nonton pertunjukan tari di Bangsal Sri Manganti jam 10. Tapi alhamdulillah…dapet bonus nonton para gadis jawa latihan menari juga di Bangsal Kesatrian. Ini gara-gara pertunjukannya ga on time, pada praktiknya baru mulai sekitar jam 11. Jadi kami iseng muter-muter sampai tanpa sengaja ketemu Bangsal Kesatrian. Di situ kami melihat, lemah lembut begitu ternyata tarian jawa bisa bikin mbak-mbak penarinya keringetan dan ngos-ngosan lho… Dan ternyata tarian jawa tuh susah juga. Ada tuh salah satu mbak penari bolak-balik dibenerin terus gerakan pinggul, tangan, dan punggungnya supaya posisi badannya terlihat melengkung sempurna. Padahal dari dahinya tuh bulir-bulir keringat sudah keluar terus. Hm. Semoga cepet bisa ya, Jeng. Semangat!!!

Setelah kembali ke bangsal Sri Manganti, kami menonton tiga tarian: Srimpi, Golek Menak Putri, dan Anilo Prahasto. Yang pertama adalah tari Srimpi. Tarian ini merupakan tarian jawa klasik dan sakral khas kerajaan Mataram.  Tari Srimpi ditampilkan oleh empat orang penari wanita. Kesemuanya mengenakan baju hitam tanpa lengan (bukan kemben, semacam rompi saja), dengan rambut digelung dan dihias bulu kuning dari burung kasuari. Waktu pertunjukannya sekitar 15 menit.

Tarian kedua adalah Golek Menak Putri. Jika srimpi terkesan anggun dengan gerakan lemah lembutnya, Golek Menak terkesan lebih atraktif dengan cerita pertarungan antara dua orang perempuan berpakaian biru dan merah. Denger-denger sih, tarian Golek Menak diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX karena kegemarannya dengan wayang orang. Oleh karena itu, beliau ingin membuat sebuah pertunjukan yang menampilkan wayang orang. Video lengkapnya bisa dilihat di Instagram Ibundakani, ya… Soalnya mau upload di sini gagal melulu T.T linknya: https://www.instagram.com/p/BTygW7sAGmL/ .

Nah..selanjutnya tarian ketiga: Anilo Prahasto. Tidak seperti kedua tarian sebelumnya yang ditampilkan oleh penari wanita, tarian ini ditampilkan oleh dua orang penari laki-laki. Satu penari berperan sebagai manusia, dan satu lagi berperan sebagai monyet berbadan biru. Video bisa dilihat di Instagram IbundaKani https://www.instagram.com/p/BT0BcFag5DW/ .

Secara keseluruhan, pagelaran ini saaaangatt menyenangkan. Apalagi setelahnya, kita bisa foto-foto dengan penarinya. Meskipun mereka juga terburu-buru gitu fotonya karena harus segera berganti pakaian. Hihihi. Terimakasih yaaa mbak dan mas penari… 🙂 Sebenarnya kalo setelah pertunjukan selesai trus secara resmi ada sesi foto bersama, bakalan lebih nyenengin lho, mbak..mas.. (Kalo-kalo pada baca tulisan ini. Hehehe). Ga perlu semua penari, cukup dengan penari yang tampil terakhir juga kami sudah senang 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s